Info Sekolah
Sabtu, 15 Agu 2026

Langkah-langkah Mendekatkan Diri Kepada Allah

Terbit : Sabtu, 15 Agustus 2026 - Kategori : Lain-Lain

Di era modern yang penuh dengan dinamika, kesibukan, dan tantangan digital saat ini, manusia sering kali
terjebak dalam rasa lelah yang mendalam, kecemasan, serta kehampaan jiwa. Banyak orang mengejar
kebahagiaan melalui materi, popularitas, dan kesenangan duniawi, namun justru menemukan jiwa mereka
semakin terasing dan gelisah.
Mengapa hal ini terjadi? Karena jiwa manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan fitrah untuk selalu terhubung
dengan-Nya. Ketika hubungan dengan Sang Pencipta merenggang, jiwa akan kehilangan arah dan pijakan.
Oleh karena itu, solusi sejati atas segala problematika hidup kita adalah dengan mendekatkan diri kepada
Allah SWT (Taqarrub ilallah).
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surah (Al-Baqarah ayat 186)

Yang artinya :
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat.
Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu
memenuhi (perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam petunjuk.”
(QS. Al-Baqarah: 186)

Lantas, bagaimanakah langkah-langkah nyata yang harus kita tempuh agar dapat membangun kedekatan
yang hakiki dengan Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari?

1. Menjaga dan Memperbaiki Kualitas Sholat Fardhu secara Berjamaah
Sholat adalah tiang agama dan jembatan komunikasi langsung antara seorang hamba dengan Sang
Pencipta. Menjaga sholat fardhu tepat waktu, khusyuk, serta menyempurnakan wudhu dan rukun
rukunnya adalah fondasi utama kedekatan kepada Allah. Bagi kaum laki-laki, mengutamakannya secara
berjamaah di masjid adalah bentuk keimanan yang sangat nyata. ِ

“Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah
(sholat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain).” (QS. Al-Ankabut: 45)

2. Senantiasa Membasahi Lidah dengan Dzikir dan Istighfar
Dzikir adalah penawar paling mujarab bagi hati yang keras dan gelisah. Mengingat Allah dalam setiap
keadaan—baik saat berdiri, duduk, maupun berbaring—akan mendatangkan ketenangan jiwa yang luar
biasa. Di samping itu, memperbanyak istighfar akan meleburkan dosa-dosa yang menjadi penghalang
terkabulnya doa dan masuknya rahmat Allah. ِ
“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya
dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

3. Melazimi Interaksi dengan Al-Qur’an (Membaca, Memahami, dan Mengamalkan)
Al-Qur’an adalah kalamullah yang diturunkan sebagai petunjuk dan penyembuh (*syifa’*) bagi penyakit
hati manusia. Menjadikan Al-Qur’an sebagai bacaan harian, mentadabburi maknanya, serta
mengamalkan petunjuknya dalam kehidupan bermasyarakat akan membimbing seseorang menuju jalan
keselamatan dunia dan akhirat.

4. Menghidupkan Amalan Sunnah dan Sholat Malam (Tahajud)
Hamba yang ingin derajatnya diangkat dan menjadi kekasih Allah tidak hanya mencukupkan diri dengan
amalan wajib, tetapi juga menambahnya dengan amalan-amalan sunnah. Khususnya sholat malam
(tahajud) di saat manusia terlelap tidur, di mana Allah SWT turun ke langit dunia untuk mengabulkan doa
dan mengampuni hamba-Nya yang bermunajat.

5. Memperbanyak Sedekah dan Gemar Membantu Sesama
Kedekatan kepada Allah SWT tidak hanya dibangun melalui ibadah ritual (*hablum minallah*), tetapi juga
melalui hubungan sosial yang mulia (*hablum minannas*). Membantu sesama yang sedang kesulitan,
menyantuni anak yatim, dan menyisihkan sebagian rezeki untuk sedekah akan memadamkan murka
Allah dan memancarkan keberkahan dalam kehidupan kita.

6. Menjaga Suci Hati dari Sifat Iri, Dengki, dan Sombong
Allah tidak melihat kepada rupa atau harta manusia, melainkan melihat kepada isi hati dan amalan
mereka. Hati yang bersih dari sifat kesombongan, iri hati, dan keserakahan duniawi adalah tempat
bersemayamnya keimanan yang kuat dan kedekatan yang hakiki kepada Allah.

Ketahuilah bahwa Allah SWT sangat mencintai hamba-Nya yang berusaha mendekat kepada-Nya. Jangan
pernah merasa terlambat untuk kembali, dan jangan pernah putus asa dari rahmat Allah. Rasulullah SAW
bersabda dalam sebuah Hadits Qudsi dari Allah SWT:
“Apabila hamba-Ku mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku
sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Dan jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan, Aku akan mendatanginya
dengan berlari.” (HR. Bukhari & Muslim)

Maka dari itu, marilah kita gunakan sisa umur yang ada ini untuk memperbanyak bekal taqwa dan senantias.

Artikel Lainnya

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses