Info Sekolah
Jumat, 11 Sep 2026

MATERI KHUTBAH JUM’AT “JANGAN KEHILANGAN ARAH DI TENGAH CEPATNYA PERUBAHAN ZAMAN”

Terbit : Jumat, 11 September 2026 - Kategori : Lain-Lain

 

JANGAN KEHILANGAN ARAH DI TENGAH CEPATNYA PERUBAHAN ZAMAN

KHUTBAH PERTAMA

الحَمْدُ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ.

Jamaah Jumat rahimakumullah.

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Karena sesungguhnya kehidupan ini terus berubah.

Hari ini berbeda dengan kemarin. Besok akan berbeda dengan hari ini.

Teknologi semakin berkembang. Informasi semakin cepat. Dunia semakin terhubung. Apa yang dahulu membutuhkan waktu berhari-hari, sekarang dapat dilakukan hanya dalam hitungan detik.

Kita bisa belajar dari siapa saja melalui internet. Kita bisa bekerja dengan bantuan teknologi. Bahkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence sekarang sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia.

Perubahan ini bukan sesuatu yang harus kita takuti.

Tetapi ada satu hal yang harus kita jaga:

Jangan sampai dunia berubah begitu cepat, sementara arah hidup kita justru semakin tidak jelas.

Jamaah yang dimuliakan Allah.

Hari ini kita bisa mengetahui banyak hal, tetapi belum tentu menjadi orang yang bijaksana.

Kita bisa melihat kehidupan banyak orang melalui media sosial, tetapi belum tentu bersyukur dengan kehidupan kita sendiri.

Kita bisa memiliki banyak informasi, tetapi belum tentu memiliki ilmu yang bermanfaat.

Kita bisa memiliki banyak teman di dunia maya, tetapi belum tentu memiliki hubungan yang baik dengan keluarga dan tetangga.

Inilah tantangan manusia modern.

Bukan hanya bagaimana kita menjadi lebih pintar.

Tetapi bagaimana kita tetap menjadi manusia yang memiliki iman, akhlak, dan tujuan hidup.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.”

(QS. Al-Hasyr: 18) ([Quran.com](https://quran.com/id/pengusiran/18?utm_source=chatgpt.com “Surah Al-Hasyr Ayat 18 – Membaca, Mendengarkan, Terjemahan, tafsir – Quran.com”))

Perhatikan kalimat:

وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ

Hendaknya setiap jiwa melihat apa yang telah dipersiapkannya untuk hari esok.

Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa hidup tidak boleh berjalan tanpa arah.

Kita boleh mengikuti perkembangan zaman.

Kita boleh belajar teknologi.

Kita boleh menggunakan kecerdasan buatan.

Kita boleh membangun usaha.

Kita boleh mengejar pendidikan.

Kita boleh memiliki cita-cita besar.

Tetapi jangan sampai semua itu membuat kita lupa:

Untuk apa sebenarnya kita hidup?

Jamaah Jumat rahimakumullah.

Ada orang yang setiap hari sibuk mengejar dunia, tetapi lupa mempersiapkan akhirat.

Ada yang sangat takut kehilangan pekerjaan, tetapi tidak takut kehilangan salat.

Ada yang sangat menjaga penampilan di depan manusia, tetapi tidak menjaga amalnya di hadapan Allah.

Ada yang ingin dikenal banyak orang, tetapi lupa apakah dirinya dikenal sebagai hamba yang taat kepada Allah.

Padahal, pada akhirnya kita semua akan kembali kepada Allah.

Rumah yang kita bangun akan kita tinggalkan.

Kendaraan yang kita banggakan akan kita tinggalkan.

Harta yang kita kumpulkan akan berpindah tangan.

Jabatan akan berakhir.

Popularitas akan hilang.

Tetapi amal akan kita bawa.

Karena itu, Islam tidak melarang kita mengejar dunia.

Islam justru mengajarkan kita untuk menjadi manusia yang kuat, produktif, berilmu, bekerja keras, dan bermanfaat.

Namun, semuanya harus memiliki arah.

Dunia ada di tangan kita, tetapi jangan sampai dunia masuk ke hati kita.

Jamaah yang dirahmati Allah.

Ada tiga hal yang perlu kita lakukan agar tidak kehilangan arah di tengah perubahan zaman.

Pertama, JAGA HUBUNGAN DENGAN ALLAH.

Sesibuk apa pun pekerjaan kita, jangan tinggalkan salat.

Sebanyak apa pun urusan kita, jangan tinggalkan Al-Qur’an.

Sebesar apa pun cita-cita kita, jangan tinggalkan doa.

Karena manusia memiliki keterbatasan.

Kita tidak tahu apa yang akan terjadi satu jam lagi.

Kita tidak tahu apakah rencana kita akan berhasil.

Kita tidak tahu apakah kesehatan kita akan tetap sama.

Karena itu, kita membutuhkan Allah.

Teknologi dapat membantu pekerjaan manusia.

Tetapi teknologi tidak dapat menggantikan ketenangan yang Allah berikan kepada hati orang yang beriman.

Uang dapat membeli banyak hal.

Tetapi tidak semua ketenangan dapat dibeli dengan uang.

Popularitas dapat membuat seseorang dikenal banyak orang.

Tetapi tidak menjamin hidupnya bahagia.

Maka, semakin maju kehidupan kita, seharusnya semakin dekat pula kita kepada Allah.

Kedua, TERUS BELAJAR DAN BERKEMBANG.

Jangan menjadi orang yang takut terhadap perubahan.

Belajarlah.

Pelajari ilmu baru.

Pelajari teknologi.

Tingkatkan keterampilan.

Ajarkan ilmu kepada anak-anak kita.

Karena zaman terus berubah.

Kalau kita berhenti belajar, kita akan tertinggal.

Tetapi ingat, ilmu harus membawa kita semakin dekat kepada kebaikan.

Jangan menggunakan teknologi untuk menyebarkan kebohongan.

Jangan menggunakan media sosial untuk menghina orang.

Jangan menggunakan kecerdasan buatan untuk menipu.

Jangan menggunakan kemudahan teknologi untuk melakukan sesuatu yang Allah haramkan.

Teknologi hanyalah alat.

Yang menentukan baik atau buruk adalah bagaimana manusia menggunakannya.

Pisau bisa digunakan untuk memasak.

Pisau juga bisa digunakan untuk melukai.

Begitu pula teknologi.

Maka jadilah manusia yang menguasai teknologi, bukan manusia yang dikendalikan teknologi.

Ketiga, JANGAN KEHILANGAN WAKTU.

Jamaah Jumat rahimakumullah.

Salah satu nikmat terbesar yang sering kita lupakan adalah waktu.

Hari ini kita merasa masih muda.

Besok tiba-tiba usia bertambah.

Hari ini anak-anak kita masih kecil.

Tidak terasa mereka sudah dewasa.

Hari ini kita masih memiliki orang tua.

Suatu hari kita mungkin hanya bisa mendoakan mereka.

Waktu tidak pernah berhenti.

Karena itu, jangan menunggu tua untuk menjadi baik.

Jangan menunggu kaya untuk bersedekah.

Jangan menunggu sukses untuk bersyukur.

Jangan menunggu punya banyak waktu untuk belajar agama.

Jangan menunggu sakit untuk menghargai kesehatan.

Jangan menunggu kehilangan untuk menyadari betapa berharganya keluarga.

Mulailah sekarang.

Kalau hari ini kita masih diberi kesempatan hidup, berarti Allah masih memberi kita kesempatan untuk memperbaiki diri.

Kalau hari ini kita masih diberi kesehatan, berarti masih ada kesempatan untuk beramal.

Kalau hari ini kita masih diberi rezeki, berarti masih ada kesempatan untuk berbagi.

Jamaah yang dimuliakan Allah.

Jangan takut dengan perubahan zaman.

Yang harus kita takutkan adalah ketika zaman berubah, tetapi iman kita tidak bertambah.

Teknologi semakin canggih, tetapi akhlak semakin buruk.

Informasi semakin banyak, tetapi ilmu agama semakin jauh.

Komunikasi semakin mudah, tetapi silaturahmi semakin renggang.

Kehidupan semakin modern, tetapi hati semakin kosong.

Maka mari kita jadikan perubahan zaman sebagai kesempatan.

Kesempatan untuk belajar.

Kesempatan untuk bekerja lebih baik.

Kesempatan untuk membantu lebih banyak orang.

Kesempatan untuk berdakwah dengan cara yang lebih luas.

Kesempatan untuk menjadi generasi yang kuat, berilmu, beriman, dan bermanfaat.

Jangan hanya bertanya:

“Apa yang akan saya dapatkan dari zaman ini?”

Tetapi tanyakan:

“Apa yang bisa saya berikan kepada zaman ini?”

Apa yang bisa kita berikan kepada keluarga?

Apa yang bisa kita berikan kepada masyarakat?

Apa yang bisa kita berikan kepada agama?

Apa yang bisa kita berikan kepada umat?

Karena manusia terbaik bukan hanya manusia yang paling banyak memiliki.

Tetapi manusia yang paling banyak memberikan manfaat.

Semoga Allah menjadikan kita manusia yang mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan iman.

Mampu menggunakan teknologi tanpa kehilangan akhlak.

Mampu mengejar dunia tanpa melupakan akhirat.

Mampu menjadi kuat tanpa menjadi sombong.

Dan mampu menjadi sukses tanpa lupa kepada Allah.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

KHUTBAH KEDUA

الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

أَمَّا بَعْدُ.

Jamaah Jumat rahimakumullah.

Sekali lagi saya berwasiat kepada diri saya sendiri dan kepada jamaah sekalian: marilah kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah.

Jangan sampai kesibukan membuat kita lupa kepada Allah.

Jangan sampai teknologi membuat kita jauh dari keluarga.

Jangan sampai mengejar keberhasilan membuat kita kehilangan keberkahan.

Dan jangan sampai kita terlalu sibuk membangun kehidupan di dunia, tetapi lupa mempersiapkan kehidupan setelah kematian.

Mari kita mulai dari hal-hal sederhana.

Perbaiki salat.

Perbaiki hubungan dengan orang tua.

Perbaiki cara kita mencari rezeki.

Perbaiki cara kita menggunakan media sosial.

Perbanyak membaca Al-Qur’an.

Perbanyak sedekah.

Perbanyak ilmu.

Dan jangan berhenti melakukan kebaikan.

Semoga Allah memberikan kepada kita umur yang penuh keberkahan, rezeki yang halal, ilmu yang bermanfaat, keluarga yang sakinah, kesehatan yang baik, dan hati yang selalu dekat kepada-Nya.

 

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِيْ إِلَيْهَا مَعَادُنَا.

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي أَعْمَارِنَا، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَوْقَاتِنَا، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَهْلِنَا وَأَوْلَادِنَا، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَرْزَاقِنَا.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ الَّذِيْنَ يَنْفَعُوْنَ النَّاسَ، وَاجْعَلْنَا سَبَبًا فِي نَشْرِ الْخَيْرِ وَالْهُدَى وَالْبَرَكَةِ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.

فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.

✦  ✦  ✦

Artikel Lainnya

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses