Info Sekolah
Rabu, 04 Nov 2026

al-Asybah wa an-Nadhoir | Kaedah Fikih Syafi’iyyah

Terbit : Selasa, 3 November 2026

RESERENSI KITAB

 

Kartu Tanda Buku (KTB)

Judul              : al-Asybah wa an-Nadhoir

Pengarang    : Jalaluddin As-Suyuthi

Penerbit         : Darul Hadis, Mesir

Tahun             : 1434 H/ 2013 M

Jilid                 : 1 Jilid

ISBN               : 2013/13685

Peresensi      : Ahmad Shiddiq

Tentang kitab.

            Kitab ini (Al-Asybah wa an-Nadhoir) adalah kitab yang di jadikan sandaran dalam setiap pembahasannya. Sungguh sangat banyak manfaat bagi para ulama dan juga para penuntut ilmu, terkhusus untuk mereka yang ingin mendalami fikih madzhab Syafi’iyyah. Dengan demikian kitab ini di jadikan dasar atau pokok bagi siapa saja yang ingin mempelajarinya. Imam As-Suyuti rahimahullah telah mengumpulkan di dalam tulisannya perkataan-perkataan ulama yang di golongkan dalam setiap pembahasannya.

Imam As-Suyuti telah menjelaskan, sebab beliau menulis kitab ini (Al-Asybah wa-Nadhoir), beliau mengatakan “Dan ketahuilah, bahwasannya yang mendorong saya memulai menulis kitab ini, saya pernah menulis sebuah buku yang sangat baik yang berjudul ‘Syawaridal Fawaid’ di pembahasan “Ad-Dhowabith wal Qowaid”. Saya melihatnya terdapat kondisi-kondisi yang sangat bagus bagi para penuntut ilmu dan mengembirakan bagi mereka yang berfikir.

Urgensi Kitab

Kitab Al-Asybah wa An-Nadhoir adalah kitab yang berisi tentang kaidah-kaidah dan cabang-cabang di dalam fikih Syafi’iyyah yang di dalamnya terdapat masalah-masalah yang hampir serupa antara satu dengan yang lainnya, dan juga  terdapat ikhtilaf dalam masalah hukum untuk perkara-perkara tersembunyi atau yang belum jelas yang hanya dapat dipahami oleh para fuqaha’ dengan kemampuan mereka.

Biografi pengarang

  • Nama lengkap

Nama lengkap beliau adalah Jalaluddin Abu al-Fadil Abdurrahman bin Kamal Abu Bakar bin Muhammad bin Sabiquddin bin Fakhri Usman bin Nadhiriddin Muhammad bin Saifuddin Hadhar bin Najmuddin Abu Sholeh Ayyub bin Nashiruddin Muhammad bin Syaikh Hamamuddin al Hadhiri as-Suyuthi as-Syafi’i.

Beliau memiliki laqob yaitu Jalaluddin. Ada juga yang mengatakan anak kitab[1](kutu buku). Adapun nama kunyah beliau adalah Abu Fadli. Namun dikalangan para ulama dan para penuntut ilmu hingga sekarang beliau lebih dikenal dengan Imam as Suyuthi.

  • Kelahiran dan wafat

Imam as Suyuthi lahir pada tahun 849 H pada bulan rajab malam ahad ba’da maghrib di Mesir dan wafat pada malam jum’at jumadil ula tahnu 911 H denagn usia 61 tahun. Imam as Suyuthi mengatakan tentang kehidupan dirinya” Aku hidup dalam keadaan yatim, aku hafal al qur’an di usia 7 tahun, kemudian aku hafal juga tentang hukum, manhaj fikih, ilmu ushuluddin, dan alfiyah ibnu malik.

  • Pakar dalam ilmu dan mazhab

Imam as-Suyuthi banyak menguasai bidang ilmu, yakni ulumul qur’an, ilmu hadits, ilmu bahasa, ilmu fikih,ilmu sastra, ilmu tafsir, dan ilmu sejarah. Dari semua ilmu yang beliau pelajari,beliau paling ahli dalam al Itqon Fii Ulumul Qur’an yakni ilmu-ilmu al-qu’ran. Sebagaimana menurut muridnya dan juga para ulama. kemudian mazhab yang beliau gunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah mazhab Syafi’i, karena beliau juga belajar bersama guru-guru beliau yang bermazhab Syafi’i. Buku beliau juga pembahasannya mengarah kepada pendapat Syafi’iyyah terkhusus buku fikih, termsuk salah satu buku yang saya jelaskan ini(Al-Asybah wa An-Nadhoir).

  • Kitab-kitab karangan lain yang terkenal

karangan Imam As Suyuthi sangat banyak hingga melebihi umur beliau,baik dari karangan ilmu qur’an, hadits, fikih, bahasa, sejarah, dan juga tafsir.berikut ini adalah beberapa dari karangan beliau yanng paling terkenal :

  1. al-Asybah wa an-Nadhoir( ilmu nahwu) bidang ilmu bahasa.
  2. Tafsir Jalalain(tafsir al qur’an) bidang ilmu tafsir.
  3. Tarikh khulafa’(sejarah para khalifah) bidang ilmu sejarah.
  4. al Itqon Fii Ulumul qur’an(ilmu-ilmu qur’an) bidang ilmu qur’an, dan beliau paling ahli dalam bidang ini.
  5. Jami’ as Shogir(merupakan hadits-hadits pendek) bidang di ilmu hadits.
  6. Tahrirul Manqul wa Tahdzibul Ushul( ilmu fikih dsn ushul fikih) bidang ilmu fikih.[2]
  7. Tuhfatul Majalis fii Nazhatu Jalis( ilmu adab) bidang ilmu adab.[3]
  • Guru-gurunya
  1. Taqiyuddin Ahamd bin Muhammad as-Syamnii (wafat 871 H).
  2. Al-Hafidz Ibnu Hajar al-‘Asqolani (wafat tahun852 H).
  3. Syamsuddin bin Muhammad bin Musa bin Muhammad as-Sirafi (wafat 871 H).
  4. Ilmuddin Sholeh al-Baqoni Ibnu Syaikh Islam Sirojuddin (wafat 898 H).
  5. Syarifuddin al Manawi (wafat 871 H).
  • Murid-muridnya
  1. Syamsuddin Muhammad ad-Dawdi al-Misyri asy-Syafi’i (wafat 945 H).
  2. Syamsuddin Abu Abdullah Muhammad bin Aly ad-Dimasyqi (wafat 953 H).
  3. Syamsuddin Muhammad bin Yusf bin Aly ( wafat 942 H).
  4. Muhammad Ahmad bin iyyasal-Hanafi (wafat 930 H).
  5. Abdul Qodir bin Muhammad as-Syafi’i (935 H).

 

Isi Kitab

  • Cakupan tema pembahasan

Buku ini (Al-Asybah wa An-Nadhoir) mencakup pembahasan tentang kaidah-kaidah dan cabang-cabang ilmu fikih, terkhusus fikih yang bermadzhab Syafi’i. Didalamnya membahas hadits- hadits yang sama namun berbeda pandangan dari kalangan ulama.

Di akhir pembahasannya, buku ini membahas tentang perbedaan istilah- istilah ibadah misalnya, perbedaan antara wudhu dan mandi, wudhu dan tayammum, adzan dan iqomah, dan lain sebagainya yang berkaitan dennga ibdah dan mu’amalah.

  • Metode penulisan kitab dan Mazdhab

Metode penulisan dalam buku ini (Al-Asybah wa An-Nadhoir) disusun dari  kutipan hadits Rasulullah SAW dan perkataan-perkataan ulama. Dalam setiap pembasannya di awali dengan kitab yang setiap kitabnya terdapat beberapa bab. Selain itu, penyajian dalam setiap pembahasan ada kaidah-kaidah dan cabang-cabang yang berbeda-beda.

Kitab Al-Asybah wa An-Nazhoir adalah kitab yang bermadzhab Syafi’i. Karena didalamnya membahas tentang permasalahan kaidah-kaidah dan cabang-cabang ilmu fikih  mazdhab Syafi’i.

Kesimpulan dan penutup

Kitab Al-Asybah wa an-Nazhoir adalah salah satu kitab yang dikarang oleh Imam as-Suyuthi. Kitab tersebut berisi tentang kaidah-kaidah dan cabang-cabang fikih dalam madzhab Syafi’iyyah, didalamnya juga terdapat perbedaan-perbedaan istilah dalam perkara ibadah dan juga muamalah. Kaidah-kaidah ushul yang terdapat dalam kitab tersebul ada lima diantaranya adalah :

  1. Al-Umuru bi Maqashidiha
  2. Al- yakinu Yazulu bi Syak
  3. La Dharara wa La Dhirara
  4. Tajlibu Tayasir
  5. Al-‘Adatu Muhakamatun.

              Demikianlah apa yang dapat saya tulis dalam resensi ini, mudah-mudahan dapat memahamkan tentang apa itu kitab Al-Asybah wa An-Nadhair. Mungkin masih banyak kesalahan atau kekurangan mengenai resensi ini, kami sangat berharap untuk kritikan dan saran agar kedepannya bisa lebih optimal lagi kedepannya.

[1] Imam as-Suyuthi,al-Ithqon fii ‘ulumul Qur’an( Kairo,Syarkatul Qudsi,2107) hal: 6

[2] Imam as-Suyuthi, al-Ithqon fii ‘ulumul Qur’an (Kairo, Syarkatul Qudsi,2107) hal: 15

[3] Imam as-Suyuthi, al-Ithqon fii ‘ulumul Qur’an (Kairo, Syarkatul Qudsi,2107) hal: 16

Artikel Lainnya

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses