Info Sekolah
Jumat, 11 Sep 2026

PENCIPTAAN MANUSIA

Terbit : Jumat, 11 September 2026 - Kategori : Lain-Lain

Penciptaan manusia

Manusia diciptakan oleh Allah dengan  sebaik-baiknyaciptaan yang Allah ciptakan, sebagaimana Allah berfirmandalam Surat At-Tin ayat 4 :
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيم
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalambentuk yang sebaik-baiknya”. (QS. At-Tin: 04). Dalam tafsir sebagaimana yang dijelaskan oleh syaikh sholih bin fauzandari ayat ini adalah { لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ } Dan sungguh kami telah menciptakan diri manusia itu { فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ } padabentuk yang paling sempurnya dan paling indah, bentukciptaan Allah ﷻ yang paling indah adalah bentuk tubuhmanusia, yaitu makhluk yang paling indah dimuka bumi, keseimbangan bentuk, dan parasnya yang sangat indah, karena dari penciptaan manusia Allah ﷻ memiliki tujuanbesar dan sangat mulia yaitu agar mereka mengkhususkanseluruh ibadah hanya kepada-Nya ﷻ , Allah ﷻ menciptakanmanusia hanya untuk beribadah kepada-Nya, Allah mencitakan mereka dengan bentuk yang sangat indah, berjalan dengan dua kaki yang seimbang, Allah ﷻ berfirman :
{ يَا أَيُّهَا الْإِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِ , الَّذِي خَلَقَكَ فَسَوَّاكَ فَعَدَلَكَ , فِي أَيِّ صُورَةٍ مَا شَاءَ رَكَّبَكَ }
( Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu(berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah , Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakankejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang , Dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusuntubuhmu ) [ Al-Infitar : 6 – 9 ] .
Allah ﷻ menganugerahkan kepada manusia bentuk yang indah ini; karena Allah ﷻ memiliki tujuan penting daripenciptaan itu, yaitu agar manusia mendirikan ibadah dimukabumi ini hanya untuk Allah ﷻ , Allah memberikan merekaakal yang dengannya mereka mampu membedakan antarayang baik dan yang buruk, dan yang bermanfaat dan yang mencelakai, Allah ﷻ menganugerahkan kepada manusiabebeberapa keistimewaan yang tidak diberikan kepadamakhluk lainnya.
Akan tetapi masih banyak pula dari manusia mempunyai sifatkikir, dan iri dengki kepada sesama. Padahal Allah sebelumnya telah menciptakan manusia dengan sebaik-baikciptaan, akan tetapi syaitan selalu membawanya ke jalan yang salah dalam agama, sehingga timbullah rasa benci akansesama serta saling menjelekkan satu sama lain.
Allah telah berfirman dalam Surat Al-Ma’arij ayat 19-21:
إِنَّ الْإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا () إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا () وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا
“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagikikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, danapabila ia mendapat kebaikan (harta) ia amat kikir.” (Q.S. Al-Ma’arij: 19-21)
Ayat di atas menegaskan bahwa pada umumnya manusia itusuka mengeluh. Mereka punya sifat buruk berupa keinginanambisi yang berlebihan, sedikit kesabaran, banyak berkeluhkesah. Jika ditimpa kesulitan berupa kemiskinan atau sakit, mereka banyak mengeluh, meratapi nasib, mengutuk keadaan, serta diliputi kesedihan berkepanjangan.
Tetapi sebaliknya, jika diberi kebaikan dan kemudahan berupakesehatan yang sempurna, kekayaan melimpah, pangkat yang tinggi, jabatan yang prestisius, mereka cenderung bersifatkikir, sombong dan tidak peduli dengan orang lain.
Itulah beberapa sifat buruk manusia pada umumnya. Ketikakesulitan hidup datang mendera. Dia merasa seolah-olahlangit akan runtuh, bumi bergoncang dan dunia akan kiamat. Dia kabarkan ke setiap orang yang dijumpainya bahwa diatengah dalam kesulitan dan kesengsaraan. Dia ceritakanpenderitaannya kepada semua orang. Dia ingin orang lain tahubahwa dia sedang dalam keadaan susah, dengan harapansetiap orang akan iba dan menaruh belas kasihan kepadanya. Dia tidak pernah berpikir sedikit pun tentang karunia sertanikmat yang telah Allah berikan kepadanya. Dia hilangkansemua kebaikan Allah kepadanya.
Di sisi lain, ketika dia tengah diliputi kebaikan dankemudahan hidup. Lagi-lagi sifat buruknya muncul. Diamenjadi orang yang sangat kikir, tidak mau berbagi sedikitpun kebahagiaan yang dimilikinya kepada orang lain. Diasimpan dan genggam erat-erat nikmat yang telah Allah berikan kepadanya.
Dia berbangga diri dengan kekayaan melimpah yang dimilikinya. Dia menjadi jumawa dengan jabatan dankedudukan yang telah berhasil direngkuhnya. Dia menjadisombong dengan segala yang dimilikinya. Dia lupa bahwasemua yang saat ini ada dalam kehidupannya adalah nikmatAllah yang diberikan kepadanya. Semua yang dimilikinyasesungguhnya hanyalah titipan Allah semata.
Untuk menyadarkan kita semua akan sifat buruk tersebut, adabaiknya kita menyimak uraian ayat ke-26 dari Q.S. Ali Imran berikut ini: “Katakanlah: “Wahai Tuhan yang mempunyaikerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkaukehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkaukehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendakidan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tanganEngkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau MahaKuasa atas segala sesuatu.””
Secara tegas ayat di atas menunjukkan bahwa segalakekuasaan, kelimpahan harta, kedudukan yang tinggi yang ada pada manusia semua berasal dari Allah Swt. Sebaliknya, segala kehinaan, kerendahan, ketidakberdayaan akan Allah hadirkan kepada mereka yang terlena dan terbuai oleh tipudaya gemerlap dunia.
Betapa banyak kita saksikan dalam kehidupan ini, orang-orang yang Allah karuniai kekuasaan, kelimpahan rezeki, kedudukan dan jabatan yang tinggi, tetapi alih-alih bersyukurjustru mereka lalai dan terlena dengan nikmat tersebut. Mereka gunakan kekuasaan, kekayaan yang melimpah, sertakedudukan yang tinggi itu untuk berbuat maksiat kepadaAllah.
Mereka banggakan kekuasaan, kekayaan, dan jabatan yang dimilikinya. Mereka menjadi manusia-manusia yang angkuhdan sombong. Mereka juga sangat kikir. Mereka engganmembelanjakan harta dan kekayaannya di jalan Allah. Merekamemilih untuk menempuh hidup dalam kemewahan.
Padahal, Al-Quran mengisahkan sejumlah peristiwa pentingdalam sejarah kemanusiaan. Fir’aun, adalah simbol penguasazalim, angkuh dan sombong, bahkan menyatakan dirinyasebagai tuhan. Dia dan kekuasaan yang dimilikinya lenyepseketika seiring ditenggelamkannya di laut merah.
Qarun adalah simbol manusia kaya raya yang sombongdengan kekayaan yang dimilikinya, yang akhirnya habisriwayatnya ditelan perut bumi. Haman adalah perlambangpejabat negara yang menghalalkan segala cara untukmelanggengkan jabatan dan kedudukaannya; menjilatpenguasa, membodohi rakyat, mementingkan diri sendiri, yang tamat riwayatnya bersama Fir’aun di tenggelamkanAllah di laut merah.
Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan?
Maka sebagai seorang muslim harus banyak berdo’a agar dijauhkan dari sifat iri dengki kepada sesama, karena jikadibiarkan akan merusak hati kita dan akan selalu kotor. Oleh karena itu harus memperbanyak do’a
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
(Yâ muqallibal qulûb tsabbit qalbî ‘alâ dînika). Artinya: “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlahhatiku di atas agama-Mu” (HR al-Nasai’).
Setelah bacaan pendek tersebut, Nabi Muhammad S.A.W menyambungnya dengan bacaan doa dari Al-Qur’an:
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
(Rabbanâ lâ tuzigh qulûbanâ ba‘da idz hadaitanâ wahablanâmin ladunka rahmatan innaka anta-l-wahhâb). Artinya: “YaTuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condongkepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha-Pemberi (karunia),” (Ali ‘Imran [3]: 8).

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses