SEKILAS INFO
: - Selasa, 04-10-2022
  • 1 minggu yang lalu / Ahad, 25 September 2022 pukul 08.00  Tabligh Akbar bersama Ust. Kholil Abu Ausath, SE
  • 1 bulan yang lalu / Sabtu 6 Agustus 2022 | Kajian Umum Tafsir Mimpi bersama Syaikh Ghamdan Ahmad Riziq Syuraih asal Yaman
  • 2 bulan yang lalu / Ahad 31 Juli 2022 | Kajian Ahad pagi bersama Ust Bahak Asadullah LC (Ketua Tahfidz Sanad Darul Fithrah | Alumni Universitas Islam Sudan Afrika
Masjid sebagai Pusat Peradaban

Masjid adalah tempat yang seharusnya tidak asing bagi umat islam, jika masjid terasa asing bagi anda berarti indikasi keislaman anda perlu di pertanyakan, karena masjid adalah tempat ibadah yang seharusnya dikunjungi kita umat slam terutama laki laki untuk shalat berjamaah setiap harinya.

perlu kita luruskan pemikiran mereka yang sempit, bahwa masjid hanyalah tempat ibadah saja. sejatinya masjid adalah Pusat Peraadaban umat islam, masjid adalah sarana untuk memajukan umat menjadi lebih baik, tempat pendidikan dan pelayanan umat, tempat memajukan ekonomi masyarakat, tempat berkumpul, fasilitas kesehatan dan yang lainya.

sejarah telah mencatat bahwa di masa Rasulullah SAW masjid difungsikan untuk berbagai macam keperluan umat, bahkan berfungsi sebagai asrama untuk para pelajar suffah yaitu mereka tidak memiliki tempat tinggal atau rumah, mereka tinggal di ruangan khusus tepat di sudut belakang masjid Nabawi.

Masjid yang dibangun oleh Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam berorientasi pada pemakmuran bukan hanya pada fisik. Makmur oleh program mencerdaskan ummat Islam dengan iman, ilmu dan amal sementara kita sering terjebak hanya pada memperbagus bangunan fisik namun ketika shalat kosong dari jamaah dan sepi dari berbagai kajian Islam, sehingga tak jelas peningkatan kapasitas ilmu kaum muslimin dari tahun ke tahun.

Masjid yang dibangun oleh Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam kaya dengan ilmu sehingga menjadi mata air peradaban yang tak pernah kering. Sedangkan masjid kita belum makmur dengan kajian-kajian keislaman yang terukur dan terstruktur bahkan kerap kali terjebak dengan fanatisme figuritas atau kelompok tertentu, sehingga adanya masjid bukan semakin mencerahkan justru sering kali konflik bermula dari masjid.

maka dari itu tugas kita saat ini adalah sebisa mungkin ikut berpartisipasi dalam memakmurkan masjid, kita bantu dengan harta kita atau tenaga kita atau ilmu kita atau minimal jika tidak ada yang bisa kita sumbangkan shalat 5 waktu kita berjamaah di masjid. karena itulah sebuah bentuk ketaatan kita kepada Allah SWT untuk senantiasa memakmurkan Rumah – Rumah-Nya. Allah SWT berfirman :

“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, serta tetap melaksanakan sholat, menunaikan zakat, dan tidak takut kepada siapapun kecuali kepada Allah, maka mudah-mudahan mereka termasuk orang orang yang mendapat petunjuk.” (QS. At-Taubah:18)

Imam lbnu Katsir rahimahullah ketika menafsirkan ayat tersebut beliau menjelaskan ayat tersebut dengan menyebutkan sebuah hadits dari Abi Said Al khudriy radhiyallohu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallohu’alaihi wasallam bersabda; “Jika engkau melihat seseorang yang senantiasa memakmurkan masjid maka saksikanlah bahwa dia adalah orang beriman.“( HR. At-Tirmidzi).

Semoga dengan niat dan tindakan kita untuk menghidupkan kembali masjid sebagai pusat peradaban, menjadikan kita semua termasuk umat yang selalu diberkahi dan diridhoi oleh Allah SWT. aamiin

TINGGALKAN KOMENTAR

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Pengumuman Terbaru

Daurah Karantina Persiapan 30 Juz Sekali Duduk

Daurah Hifdzut Tanzil Daurah Tahfidz 10 hari 5 juz

Arsip