SEKILAS INFO
: - Minggu, 21-04-2024
  • 1 bulan yang lalu / Telah di buka SEDEKAH BUKA PUASA UNTUK SANTRI Darul Fithrah, mari kita raih pahala sebanyak banyaknya salah satunya dengan memberi makan dan minum orang yg berpuasa di bulan Ramadhan yg mulia ini.
  • 1 bulan yang lalu / Bulan Ramadhan adalah bulan Al Qur’an , mari kita gunakan waktu di bulan Ramadhan ini untuk memperbanyak membaca dan mentadabburi isi Al Qur’an.
  • 3 bulan yang lalu / Bingung pilih pondok Tahfidz atau pondok IT ? di Darul Fithrah kamu bisa dapat keduanya. Lebih Efektif & Efisien
Mengangkat Tangan Ketika Berdo’a

Bagi sebagian orang mengangkat tangan ketika berdo’a lalu mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan setelah berdo’a adalah hal yang berlebihan. Namun sebenarnya hal tersebut merupakan sunnah dari Rasulullah ﷺ.

Imam An-Nawawy berkata di dalam kitab Al Majmu’: “Sesungguhnya mengangkat kedua tangan saat berdoa adalah mustahab (lebih disukai)”, dengan dalil sebuah hadits yang diriwayatkan dari sahabat Anas Radhiyallahu ‘Anhu, beliau berkata: “Sesungguhnya Nabi Muhammad ﷺ sholat istisqo’ dan mengangkat kedua tangan beliau, sedangkan di langit terdapat gumpalan awan. Kemudian awan itu naik ke atas yang serupa seperti burung dan beliau tidak turun dari mimbarnya, sampai saya melihat hujan bercucuran dari jenggot beliau”. HR. Muslim, Bab Ad Du’a fil Istisqo’ (897), HR. Bukhori Bab Istisqo’ fi Masjidil Jami’ (1013).

Mengangkat tangan merupakan bentuk kekhusyukan kita dalam berdo’a. Memohon dengan penuh harap kepada Allah agar do’a kita dikabulkan.

Bentuk dari mengangkat tangan ini juga dilakukan oleh para sahabat Rasulullah ﷺ. Di dalam riwayat Bukhori, “Rasulullah ﷺ mengangkat kedua tangan beliau untuk berdoa dan para sahabat mengangkat kedua tangan mereka bersama Rosulullah ﷺ untuk berdoa dan tidaklah kami keluar dari masjid sampai turun hujan. Dan kami masih dihujani sampai datang Jum’at berikutnya.

Selain mengangkat kedua tangan ketika berdo’a, tentu kita juga harus menghadirkan hati dengan penuh harap. Terdapat faktor lain agar do’a kita dikabulkan oleh Allah, yaitu terhindarnya perut kita dari makanan yang haram. Sebab Allah tidak menerima do’a seseorang ketika mengkonsumsi sesuatu yang haram. Haram pakaiannya, haram makanannya. Lalu bagaimana Allah akan mengabulkan permintaan mereka?

Lalu daripada bentuk rahmat Allah kepada hambanya adalah bahwa Allah tidak akan menyelisihi janjinya. Dalam sebuah hadits disebutkan. “Barang siapa yang meminta kepadaku maka akan aku kabulkan”. jika pun do’a kita belum dikabulkan padahal kita telah khusyuk memohon kepada Allah, menghadirkan hati seraya mengangkat tangan. Tidak mengkonsumsi dan mengenakan yang haram, akan tetapi do’a kita belum dikabulkan. Maka itu bukan berarti Allah menyelisihi janjinya, Allah tetap mengabulkan do’a kita hanya saja dalam bentuk yang lain. Boleh jadi diganti dengan yang lebih baik, boleh jadi kita dihindarkan dari marabahaya, atau boleh jadi ditangguhkan, disimpan untuk suatu saat nanti diberikan kepada kita.

TINGGALKAN KOMENTAR

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Arsip